KAMIS, 02 SEPTEMBER 2010 | 19:24 WITA | 15593 Hits
Share |

Mewah tetapi Ibarat "Rumah Hantu"
Privacy Penghuni Adalah Segalanya

MAHAL. Jejeran rumah bernilai miliaran rupiah yang ada di Jalan Boulevard namun sering terlihat "tak bertuan". Suasana direkam Selasa, 1 September. (FOTO JUMAIN SULAIMAN/FAJAR)
ELOK, mewah, tetapi sepi. Beginilah kondisi sebagian hunian nyaman kalangan elite di metropolitan Makassar. Laporan: YUKEMI KOTO, Makassar
JIKA Anda melintas di beberapa titik perumahan elite di metropolitan, maka ibaratnya seolah berada di "dunia lain". Dunia sepi. Berada di tengah hutan gedung-gedung besar bernilai miliaran rupiah. Banyak bangunan besar tetapi senyap.

Kondisi seperti ini sangat terasa jika berada di kawasan elite semisal Tanjung Bunga dan Panakkukang Mas. Kawasan tempat rumah-rumah bertipe ratusan dengan harga miliaran rupiah berlokasi.
Namun, jangan membayangkan dengan mudah menikmati keramaian di lokasi ini. Malah sebaliknya. Nyaris tidak ada keramaian. Sepi.

Ke mana pemilik rumah? Adakah rumah-rumah itu memang kosong?
Dari lokasi dan nilai, pemilik rumah itu tentunya bukan warga biasa. Mereka warga kelas atas dengan "daya jelajah" luar biasa. Keseringan tidak berada di ini yang terutama menjadi alas an mengapa rumah-rumah itu terlihat kosong dan ibarat "rumah hantu".

"Yang kita jaga bukan satu atau dua rumah, tapi semua rumah yang ada di perumahan ini. Rumahnya berjumlah puluhan. Semuanya mewah. Ada orang tak dikenal, tentu saja ditanya dulu keperluannya apa," kata Ahmad, sekuriti perumahan Villa Danau Biru di Tanjung Bunga, Rabu, 1 September, mengomentari tugasnya mengawal hunian mewah itu.

Bahkan, sejumlah rumah juga masih dijaga satpam pribadi. Itulah sebabnya, mengapa keamanannya begitu ketat di perumahan mewah. Maling akan berpikir berkali-kali untuk mencuri karena keamanan yang berlapis.

Sebuah rumah mewah kadang dihuni sedikit orang. Para penghuni biasanya dikenal baik oleh sekuriti perumahan. Sebab, keluar masuknya warga perumahan, selalu melewati pos sekuriti. Setiap bulannya tiap rumah juga diwajibkan membayar iuran keamanan dan kebersihan lingkungan perumahan.

"Ada atau tidak ada penghuninya tetap kita tagih. Kalaupun rumah mereka tak berpenghuni, sebelumnya mereka wajib lapor pindah ke mana dan memberi tahu cara supaya gampang dihubungi," ungkap Alfian, sekuriti Palm Mas, di Jalan Hertasning.

Ketua rukun tetangga (RT) biasanya dipilih dari warga setempat. Tak heran, ketua RT juga sama sibuknya dengan penghuni perumahan mewah lainnya. Bertemu ketua RT juga sama sulitnya.

"Di sini warganya sangat sibuk. Untuk berinteraksi sama tetangga biasanya kesadaran sendiri. Tapi setiap hari kita usahakan olahraga jalan pagi selama satu jam. Atau kadang pergi berlibur di Akkarena. Setidaknya, hubungan akan menjadi lebih dekat antar tetangga," ucap Hawa, salah seorang warga perumahan Taman Losari, Tanjung Bunga.

Bisa jadi, lanjut Hawa, rumah mewah yang sepi penghuni tersebut lebih sering dijadikan tempat peristirahatan akhir pekan. Dan penghuni rumah mewah yang jarang terlihat, biasanya memiliki rumah berbeda di kawasan lain.

"Itu haknya si pemilik rumah. Sebagai tetangga yang baik kita tak ingin mencampuri urusan orang lain. Bukan bermaksud untuk individualis, kita hanya menghormati privacy masing-masing. Siapa tahu mereka memang tidak ingin diganggu," tambah dia.

Memang, di kawasan elite seperti ini, privacy adalah segalanya. Tak heran jika ada warga yang juga mengontrak keamanan pribadi.

Ditambah lagi, berbagai pembayaran mengenai rumah menjadi sangat mudah untuk dilakukan. Untuk pembayaran pajak bumi dan rumah misalnya, pemilik rumah cukup membayar melalui bank. Begitu pun dengan rekening listrik dan iuran perusahaan air minum.

Sedang untuk beberapa pembayaran lain, seperti keamanan dan kebersihan, jika punya waktu luang, si pemilik rumah akan "turun langsung" membayar. Jika tidak sempat, si pemilik rumah akan menyuruh pembantu atau penjaga rumah yang dipercaya untuk membereskan iuran tersebut. (*)

KOMENTAR BERITA "Mewah tetapi Ibarat "Rumah Hantu""


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).