SABTU, 13 NOVEMBER 2010 | 18:45 WITA | 14843 Hits
Share |

Warisan Dunia di Museum La Galigo, Fort Rotterdam
Dari Samurai Jepang Hingga Pistol Portugis

SEJARAH. Berbagai jenis benda kuno yang masih tersimpan dan bisa disaksikan di Museum La Galigo, Fort Rotterdam, Jumat, 12 November.
Berkunjung ke Museum La Galigo, ibarat mempelajari rangkaian sejarah dengan cepat dan jelas.

TAK banyak museum yang bisa menceritakan sejarah Sulseldi masa lalu. Salah satunya, Museum La Galigo yang terletak dalam kawasan Fort Rotterdam di Jalan Ujungpandang.

Museum ini terbagi menjadi dua lokasi. Satu di sisi utara benteng dan satu lagi di sisi selatan benteng. Namun karena adanya revitalisasi yang sedang berlangsung, maka bangunan museum di bagian selatan ditutup untuk sementara waktu.

Selain bangunannya yang merupakan bagian dari sejarah tersebut, benda-benda peninggalan masa lalu pun patut untuk diketahui.

Pengunjung cukup membayar biaya masuk Rp2000 untuk anak-anak dan Rp3000 khusus dewasa di loket yang berada di depan pintu masuk museum. Pengunjung bisa berkeliling sendiri, sebab setiap benda sudah dilengkapi katalog yang menceritakan benda sesuai namanya.
Atau pengunjung bisa meminta bantuan pemandu wisata museum untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai benda-benda dalam museum tersebut yang usianya mencapai ratusan tahun.

Ada banyak ruangan yang terdapat dalam Museum La Galigo di bagian utara ini. Pertama, kita memasuki ruang Arkeolog. Sesuai namanya beberapa relief batu dan kayu ada disini. Seperti bentuk nisan batu raja pada zaman dahulu, penyaring air dari batu, hingga penutup mayat dari kayu yang memiliki panjang sekira dua meter.

Ruang berikutnya, berisi puluhan mata uang logam maupun kertas pada zaman penjajahan hingga sekarang. “Di ruang mata uang ini, uang-uang yang ada sangat langka. Menjaganya pun harus ekstra hati-hati, sebab peninggalan sejarah harus dilestarikan,” jelas pemandu wisata Museum La Galigo, M Nasir, Jumat, 12 November.

Beranjak ke bangunan atas di lantai dua, pengunjung dapat menemukan berbagai benda-benda yang dipakai di tiga kerajaan besar di Sulsel. Yakni Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, dan Kerajaan Luwu.
Ada tempat tidur raja, peralatan makan, kursi tamu, foto Raja Bone hingga replika mahkota Raja Gowa.

“Mahkota yang asli masih tersimpan di Museum Balla Lompoa di Gowa. Terbuat dari emas murni seberat 1.750 gram. Namun tak sembarang orang bisa melihatnya,” lanjut Nasir.

Masih di lantai yang sama, di ruang berikutnya, terdapat perangkat perang. Seperti baju, perisai dan topi perang. Ada juga samurai peninggalan Jepang, senapan dan pistol VOC, serta pistol Portugis.

Ruangan terakhir, merupakan ruangan yang dipenuhi keramik yang berasal dari China, Timur Tengah, dan lain sebagainya. “Banyak peninggalan kita yang hilang dicuri. Sekarang kita memasang kamera tersembunyi untuk menghindari kehilangan benda-benda tersebut,” ungkap Nasir. (*)


KOMENTAR BERITA "Warisan Dunia di Museum La Galigo, Fort Rotterdam"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).