SENIN, 15 NOVEMBER 2010 | 00:28 WITA | 23040 Hits
Share |

Susah Kalau Ada Pengkhianat di Tubuh Sendiri
APARAT kepolisian rupanya harus kerja ekstra keras untuk mengungkap rentetan kebakaran di Gowa. Hingga Jumat, 12 November 2010, aparat Kepolisian Resor Gowa, masih harus kerja keras untuk memastikan dalang atau pelaku di balik rentetan kejadian misterius tersebut. Pasalnya, minimnya saksi mata dan barang bukti membuat polisi kesulitan mengungkap kasus tersebut.

"Kita masih menyelidiki. Belum ada perkembangan yang berarti,” kata Kepala Kepolisian Resor Gowa, AKBP Totok Lisdiarto via telepon selularnya, Jumat akhir pekan ini.

Kendati sudah ada tiga tersangka diamankan dalam kasus pengrusakan (dua tersangka lainnya masih DPO), khusus kasus kebakaran, belum ada seorang pun yang mengarah tersangka.
Meski menghadapi kesulitan, titik terang penyelidikan mulai diungkapkan Totok Lisdiarto saat melakukan hearing dengan beberapa anggota DPRD Gowa beberapa pekan lalu.

Dalam hearing tersebut, Totok memberikan keterangan yang di luar dugaan. Dalam keterangannya, Totok mengatakan, bahwa sumber kebakaran mobil Dishubkominfo yang terbakar di terminal Cappabungaya adalah dari dalam mobil. Tidak ada kaca yang dipecahkan. Pintu mobil juga dalam keadaan terkunci.

Kecurigaan polisi pada kasus kebakaran di terminal Cappabungaya juga hampir sama dengan yang terjadi pada kasus kebakaran mobil yang ada di parkiran kantor bupati. Dia mengatakan, pelaku pembakaran itu terbilang cerdas. Menurutnya, di parkiran terdapat setidaknya enam unit kendaraan yang masih bagus. Sementara pelakunya, memilih membakar mobil bus yang sudah rusak.

Selain itu, indikasi lainnya, lokasi kebakaran merupakan garis lurus dari pos satuan polisi pamong praja. Ironisnya, terdapat lima anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas piket saat itu.

"Mudah-mudahan tidak ada yang bermain di tubuh sendiri. Kita akan semakin susah kalau ada pengkhianat di tubuh sendiri. Tubuh kita maksud saya adalah masyarakat Gowa sendiri,” kata Totok saat itu.

Pada saat itu, Totok juga mengaku menggunakan Informasi Teknologi (IT) untuk mengungkap beberapa kasus lain yang terbilang misterius. Salah satunya adalah kebakaran yang terjadi di kantor Lurah Katangka. Hanya saja, Totok enggan menyebutkan seperti apa langkah pengungkapan kasus melalui teknologi IT tersebut.

"Mohon maaf, kami belum bisa mengungkapkan secara terbuka soal apa yang akan kami lakukan untuk kepentingan penyelidikan," jelas Totok dalam hearing tersebut.(tim)

KOMENTAR BERITA "Susah Kalau Ada Pengkhianat di Tubuh Sendiri"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).