SENIN, 15 NOVEMBER 2010 | 00:29 WITA | 15307 Hits
Semua Kebakaran Terjadi Dini Hari

PEMILUKADA Gowa sudah agak lama berakhir. Pencoblosan pada 23 Juni 2010 telah menelurkan Bupati-Wakil Bupati terpilih, Ichsan Yasin Limpo-Abdul Razak Badjidu. Setelah menuai protes massa, mereka bahkan akhirnya dilantik, Sabtu, 14 Agustus 2010. Namun, ada yang belum selesai. Rentetan teror kebakaran yang membuntuti pasca Pemilukada di Gowa, masih banyak yang belum terungkap.
Kobaran api yang telah menghanguskan fasilitas negara itulah yang masih perlu ditelisik. Siapa gerangan pelakunya? Apa motifnya? Adakah hubungan erat dengan perhelatan Pemilukada yang telah berlalu itu?
Kalau ada, apakah pelakunya dari mereka yang terkait dengan Pemilukada? Jika ada pelaku yang dari pihak kalah, maka motifnya diduga kekecewaan atau protes terhadap praktik-praktik kecurangan. Namun, tak menutup pula ada dari pihak yang menang. Motifnya, mungkin untuk menjebloskan yang kalah. Semua kemungkinan dapat terjadi.
Sebagai bahan pengungkapan dan introspeksi, FAJAR menelusuri kembali peristiwa bernuansa teror itu. Yang paling memiriskan ketika kebakaran meludeskan sekolah. Para korban adalah mereka yang sama sekali tidak tahu menahu soal politik; murid-murid SD yang masih belasan tahun. Tunas-tunas bangsa ini terganggu pelajarannya.
Kebakaran sekolah itu terjadi pada Rabu, 27 Oktober dini hari. Sekolah Dasar Inpres Pandang-pandang, Gowa, ludes. Atap ruangan kelas VI sekolah ini jadi arang. Nyaris tidak ada yang diselamatkan dari kebakaran itu. Kursi kelas sekalipun bahkan jadi arang.
Penyebab kebakaran belum jelas. Hasil penelusuran FAJAR di sekitar lokasi, warga setempat baru sadar kalau sekolah ini terbakar saat api sudah melalap hampir sebagian ruang kelas. Selain itu, tidak ditemukan bahan penyebab kebakaran.
Arus listrik di ruang kelas ini sudah dipadamkan saat sekolah disegel oleh pemilik lahan sejak bulan lalu. Selain itu, juga tidak ada bahan mudah terbakar yang ditemukan dalam ruang kelas tersebut.
Kebakaran di ruang kelas VI tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Beberapa pekan sebelumnya, sekolah ini juga pernah terbakar. Tiga ruangan di sekolah itu ludes terbakar. Ketiga ruangan itu masing-masing ruang kelas I, kelas II, dan ruang kantin.
Pada kejadian itu, penyebab kebakaran juga belum jelas. Arus listrik dalam keadaan padam dan tidak ada bahan yang mudah terbakar semacam korek api atau tabung gas yang ditemukan. Polisi memperkirakan, kebakaran ini berawal dari ruang kantin sekolah tersebut.
Kebakaran-kebakaran misterius ini terjadi berulang. Sebelumnya lagi, ruang rapat kantor Golkar Gowa juga sempat ludes terbakar. Sama dengan kasus kebakaran lainnya, penyebabnya juga tidak jelas. Daftar kejadian, lihat grafis utama.
Informasi yang beredar, kejadian itu disengaja. Bagaimana tidak, rentetan kebakaran terjadi pada waktu yang hampir bersamaan. Semuanya terjadi saat dini hari, antara pukul 02.00 sampai 03.30 Wita. Kejadian itu pun terbilang unik, berlangsung setelah pencoblosan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Gowa, 23 Juni 2010.
Kebakaran pertama terjadi Minggu, 1 Agustus. Saat itu, sebuah ruangan di kantor Lurah Katangka ludes terbakar. Pada saat yang bersamaan, juga ditemukan empat botol berisikan bensin lengkap dengan sumbu dari kain di kantor Lurah Paccinongan dan Pandang-pandang. Botol tersebut ditemukan dalam keadaan tersulut api. Untungnya, warga setempat berhasil memadamkan apinya dan membawanya ke kantor polisi.
Dari kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Gowa menilai kejadian itu adalah aksi teror yang dilancarkan pasca pemilukada. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Gowa terpilih pada saat itu, Ichsan Yasin Limpo melalui rilisnya yang dikirim oleh kepala bagian Humas Pemkab Gowa, Arifuddin Saeni.
"Saya lihat mereka tidak puas dengan keadaan yang cukup kondusif di Gowa, sehingga menciptakan sebuah teror. Oleh karena itu, kami mengutuk dengan keras tindakan yang tidak terpuji itu," ujar Ichsan Yasin Limpo dalam rilisnya saat itu.
Rentetan kejadian itu pun terus berlangsung. Bahkan, sehari sebelum pelantikan Bupati Gowa terpilih, kebakaran kembali terjadi. Kebakaran menghanguskan dua unit mobil milik dinas perhubungan komunikasi dan informasi (dishubkominfo) Gowa yang terparkir di terminal Cappabungaya. Mirip dengan kejadian di SDI Pandang-pandang. Penyebab terbakarnya mobil ini juga tidak jelas.
Kepala Kepolisian Resor Gowa, AKBP Totok Lisdiarto beberapa kali pada setiap kesempatan menghimbau kepada warga untuk tidak mengait-kaitkan masalah ini dengan pemilukada. Dia mengatakan, pemilukada di kabupaten Gowa telah selesai. Polisi mengatakan, bahwa kejadian itu adalah tindak kriminal murni.
"Pemilukada sudah selesai. Kalau memang ada pelaku yang terlibat, itu adalah kriminal murni, kata Totok di setiap kesempatan. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Johny Wainal Usman, menyatakan, rentetan aksi pembakaran dan pengrusakan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan selama tiga bulan dikategorikan aksi teror.
"Kalau sudah meresahkan masyarakat, itu sudah masuk kategori teror dan ini tidak boleh didiamkan, makanya anggota sudah melakukan penyelidikan," kata Johny Wainal Usman di Sungguminasa saat melakukan kunjungan kerja ke kantor kepolisian resor Gowa beberapa waktu lalu.
Pihak Polda berjanji akan menuntaskan kasus tersebut dan jika situasinya semakin tidak kondusif, tindakan tegas pun akan ditempuh termasuk perintah tembak di tempat. (tim)
KOMENTAR BERITA "Semua Kebakaran Terjadi Dini Hari"
Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).
|