SENIN, 22 NOVEMBER 2010 | 02:19 WITA | 70491 Hits
Share |

Investigasi
Pelajar SMA Ada, Mahasiswi juga Tersedia
PRIA itu duduk sambil mengepulkan asap rokoknya. Tak lama kemudian dia mengeluarkan ponsel. Memperlihatkan satu nomor telepon.

"Ini pelajar SMA. Cukup sms saja, dia akan datang ke kamar hotel atau wisma yang kita inginkan. Servisnya lumayan. Wajahnya juga bisa dibawa arisan," kata pria, sebut saja Jack di Kopizone, Minggu, 21 November.

Ia lalu menggambarkan paras pelajar SMA yang juga berprofesi sebagai pelacur tersebut. Sekolahnya juga dia sebut. SMA ini berada di bagian Utara Makassar. "Dia kelas III. Tarifnya Rp300 ribu. Saya mengenalnya lewat teman. Setelah itu jadi langganan," kisah Jack.

"Saya pernah coba mengorek alasannya. Katanya persoalan duit sementara ia ingin sekolah," bebernya.
Jack memang punya beberapa informasi soal pelajar yang jadi pelacur. "Ada beberapa yang mangkal di salon dan kita bisa main di kos-kosannya (maksudnya, indekos). Harga juga bisa nego," kata dia.

Selain yang bertransaksi langsung sebagian pelajar juga menggunakan jasa germo. Untuk membuat pelanggan percaya, tak jarang germo meminta pria hidung belang menjemput sendiri pelajar yang dimaksudkan di sekitar sekolahnya.

Kalau pelajar mungkin belum terlalu banyak, mahasiswi yang rela menjual kemolekan tubuhnya, jumlahnya jauh lebih banyak. Tak peduli dari perguruan tinggi negeri ataupun yang swasta. Untuk mahasiswa ini, selain yang bisa dihubungi via telepon, juga sangat gampang ditemukan di tempat hiburan malam.

FAJAR pada beberapa kesempatan sempat menemukan transaksi di THM atau berbincang dengan mereka soal tarif. Mereka memasang tarif lumayan tinggi. Paling murah Rp400 ribu untuk short time. Tanpa malu-malu, mereka menyebutkan angka itu setimpal dengan statusnya sebagai mahasiswa. Katanya, untuk ongkos dugem dan bayar indekos.

"Itu untuk bayar sewa kos saja, Kak," kata seorang mahasiswa dari perguruan tinggi swasta saat FAJAR menemuinya di salah satu tempat hiburan di Hotel Clarion beberapa waktu lalu.

"Untuk pelajar dan mahasiswa memang itu ada. Termasuk yang beroperasi di hotel-hotel dengan bayaran tinggi," kata aktivis HIV/AIDS, Yusdaliah yang sejak 1991 banyak mendampingi pelacur di kota ini saat FAJAR menemuinya di Balaikota.

"Sebenarnya, dia pelajar, mahasiswa atau yang PSK kebanyakan itu sama saja. Pelajar dan mahasiswa cuma persoalan sensasi saja. Kelasnya beda," kata Jack sebelum kami berpisah di Warkop Kopizone. (tim)

KOMENTAR BERITA "Pelajar SMA Ada, Mahasiswi juga Tersedia"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).