KAMIS, 16 DESEMBER 2010 | 01:06 WITA | 1440 Hits
Perbankan Lakukan Pendataan
PARA pedagang di Pusat Grosir Butung yang menjadi korban amukan si jago merah, rata-rata adalah nasabah perbankan. Ketua Umum Perbanas Sulsel yang juga Pimpinan Wilayah Bank Danamon Makassar, Andrew Wong Jaya mengatakan, Danamon memiliki kantor cabang di lokasi tersebut.
Ia juga mengaku memiliki jumlah nasabah yang banyak di pasar tersebut. Hanya saja, Andrew mengaku tidak mengetahui persis jumlahnya.
Yang jelas, kata dia, para nasabah peminjam kredit di perbankan biasanya dilengkapi dengan asuransi. Dan pihak asuransi akan menanggung seluruh kerugian dari pedagang.
"Kami belum mendata siapa-siapa yang kena dan fasilitas apa saja mereka punyai di Bank Danamon atau bank lain. Tapi ketika ada kebakaran seperti ini, biasanya ada asuransinya dan kerugiannya pasti ditanggung oleh pihak asuransi dalam bentuk ganti rugi," beber Andrew.
Masing-masing asuransi, lanjut Andrew, berbeda di setiap bank. Danamon misalnya, biasanya kata Andrew, bekerja sama dengan Sinar Mas, Wahana Tata, dan Adira Insurance. "Yang jelas kalau debitur, nasabah pasti punya asuransi dan itu akan ditanggung," ulangnya.
Andrew juga mengungkapkan, apabila ada nasabah yang meminta keringanan, pihak perbankan akan melihat berdasarkan kasus yang dihadapi masing-masing nasabah. Yang jelas tambah dia, perbankan siap membantu. "Kita secepatnya akan turun mengecek nasabah kita dan mereka pastinya akan melaporkan permasalahannya masing-masing," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel, Yudi F Arsono, mengatakan, meski Pasar Butung terbakar, distribusi barang grosiran tetap akan berjalan di Sulsel. Pasalnya, barang grosir tersebut dipasok dari Jawa dan bisa dilakukan urbanisasi produk.
"MESKI Pasar Butung terbakar, namun, barang grosiran yang dipasok dari Jawa bisa dialihkan ke tempat lain," ungkap pengusaha properti ini.
Sehingga lanjut dia, kebakaran kemarin tidak akan mempengaruhi harga barang di tingkat eceran. Yudi juga mengatakan, ini merupakan risiko bisnis. Namun dia berharap, seluruh kios pedagang serta barang dagangan mereka tercover asuransi, sehingga pedagang hanya merugi secara psikologis.
Bukan hanya pedagang, Yudi mengharapkan Pasar Butung juga diproteksi dengan asuransi sehingga segala kerugian bangunan bisa ditalangi dengan ganti rugi dari pihak asuransi. Pasalnya, ada beberapa pedagang di dalam Pasar Butung yang sama sekali tidak dilindungi asuransi.
"Dalam ISO, semua bangunan harus diproteksi dengan asuransi, termasuk hal-hal berisiko seperti jiwa. Saya sangat menyesalkan kalau Pasar Butung tidak dilengkapi asuransi," ujarnya. (asw)
KOMENTAR BERITA "Perbankan Lakukan Pendataan"
Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).
|