SABTU, 18 DESEMBER 2010 | 16:55 WITA | 2840 Hits
Share |

Waspada, Penculik Anak Terus Mengintai

RAWAN. Kompleks perumahan rawan menjadi sasaran pelaku penculikan anak.
FENOMENA penculikan terhadap anak yang terjadi, tampaknya makin menakutkan saja. Berdasarkan catatan Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, kasus penculikan anak di Indonesia tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun lalu. Dimana, pada periode Januari-November 2010 ini ada 203 kasus penculikan anak.

Khusus di Makassar, kasus penculikan anak semakin marak. Penculik, bahkan sudah semakin berani dan kreatif. Di beberapa kasus yang terjadi, pelaku penculikan yang diindikasikan mempunyai sindikat ini, telah berani mendatangi sekolah tempat anak-anak belajar. Paling marak dan meresahkan masyarakat akhir-akhir ini adalah aksi penculikan dengan sasaran anak kecil dan gadis ABG (anak baru gede).

Data diperoleh di kepolisian, para pelaku umumnya merupakan jaringan trafficking atau perdagangan anak. Korban penculikan, akan dijadikan sebagai pekerja tempat hiburan malam ataupun bekerja pada perusahaan tertentu di luar daerah dengan cara paksaan.

Sesuai catatan FAJAR, selama Oktober hingga Desember 2010 ini ada dua korban penculikan yang berada di wilayah Kecamatan Tamalate. Keduanya adalah mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kiki Rezky Pratiwi, 18, dilaporkan menghilang sejak Minggu, 24 Oktober. Meski tiga hari kemudian ditemukan selamat di kawasan kompleks perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

Korban lainnya adalah Illa yang masih duduk di bangku SMA. Sama dengan Kiki, nasib Illa juga cukup beruntung karena berhasil kabur dari sekapan para penculik di Kabupaten Maros. Menariknya, kedua korban diculik dari kawasan kompleks perumahan dengan cara dihipnotis.
Ada juga dua anak diculik di Perumahan Arthalia Jalan Dg Tata beberapa waktu lalu.

Teranyar, polisi dari Polres Pelabuhan berhasil menyelamatkan seorang gadis muda bernama Hafsah Dg Ti'no yang rencananya akan dibawa ke luar daerah oleh pelaku Daeng Bulang. Polisi bahkan harus mengejar pelaku hingga ke Tanjung Priok Jakarta.

Terakhir, dua murid SD Kalam Kudus, Jefan Benedick Pirade, 4, dan Jessie Lael Pirade, 6, yang dilaporkan diculik Jumat, 10 Desember lalu. Meski akhirnya ditemukan dua hari kemudian. Ternyata, kedua anak tersebut tidak diculik melainkan diambil secara diam-diam oleh ibunya sendiri.

Kedua anak tersebut "diculik" oleh ibunya sendiri di halaman SD Kalam Kudus Nomor 21 Jalan Sungai Cerekang. Kasusnya dilaporkan tante kedua murid SD itu, Ita Meyrawati, 42. Saat itu, kedua anak dimaksud diambil ibunya menggunakan mobil Suzuki APV warna silver.

Kabag Operasional Polrestabes Makassar, AKBP Audy AH Manus menyatakan, guna mengatasi aksi penculikan anak itu tentunya dengan digencarkan penindakan. "Cuma, kalau di Makassar ini sebenarnya tidak terlalu tinggi kasusnya dibanding daerah lain. Kami juga mengimbau para orangtua, agar selalu waspada dan pembinaan kepada anak lebih ditekankan," kata Audy.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Hery Marwanto menambahkan, untuk kasus penculikan anak ini pihaknya sementara masih melakukan proses pendataan. "Upaya lain kita tempuh dengan mengimbau para orangtua. Khususnya dalam mengawasi anak-anaknya. Kami juga bekerja sama dengan Binmas dan polisi masyarakat dalam mengatasi aksi penculikan anak," kuncinya. (*)

KOMENTAR BERITA "Waspada, Penculik Anak Terus Mengintai"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).