JUMAT, 07 JANUARI 2011 | 01:20 WITA | 11918 Hits
Merayakan Pergantian Tahun di Thailand (2-Selesai) Menikmati Seribu Pesta di Pattaya
Penulis di Pattaya
Pattaya sesuai dengan namanya adalah surga pesta di Thailand. Terlalu banyak objek wisata yang bisa dinikmati di wilayah ini, termasuk wisata seks yang sangat terkenal.
BERADA di Thailand, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Pattaya. Kota ini sejak lama dikenal sebagai pusat pariwisata terbesar di Negeri Gajah Putih itu. Di sana memang sangat banyak objek wisata yang membuat setiap pengunjung betah berlama-lama.
Pattaya terletak di pesisir Teluk Thailand, sebelah tenggara ibu kota Thailand, Bangkok. Pattaya berada di Provinsi Chonburi. Dari Bangkok yang berjarak sekira 150 kilometer, perjalanan menuju Pattaya bisa ditempuh dua jam.
Bagi yang baru datang dari luar negeri, bisa mengunjungi Pattaya tanpa melalui Bangkok. Dari Bandara Suvarnabhumi, Pattaya bisa dicapai dengan perjalanan darat dalam waktu satu jam.
Bandingkan dengan jarak yang hampir sama antara Makassar dengan Parepare saat ini. Jarak yang mestinya hanya ditempuh dua jam itu terpaksa harus ditempuh empat jam akibat kondisi jalan yang kurang mendukung.
Seperti ditulis di situs wikipedia, Pattaya awalnya hanya sebuah desa nelayan kecil hingga tahun 1960-an. Kebangkitan wisata daerah ini dimulai tumbuhnya go go bar dan kehidupan malam yang diprakarsai Pasukan Amerika ketika itu.
Ketika pasukan Amerika meninggalkan daerah ini setelah Perang Vietnam, kota ini sempat mengalami krisis. Kota ini kembali menggeliat pada 2001 yang ditandai dengan hadirnya 24 ribu ruang hotel.
Sebelum masuk Kota Pattaya, tepatnya sembilan kilometer sebelum masuk pusat Kota Pattaya, penulis menyempatkan diri singgah di peternakan lebah atau Bee Farm. Penulis mencoba madu yang rasanya memang hanya ada di Pattaya.
Madunya enak sekali karena lebahnya memakan buah opium di daerah pegunungan liar segi tiga emas. Opium merupakan tanaman semusim yang hanya bisa dibudidayakan di pegunungan kawasan subtropis. Ciri-cirinya, daunnya jorong dengan tepi bergerigi.
Jika diperhatikan lebih dekat, bunga opium memiliki tangkai panjang dan keluar dari ujung ranting. Satu tangkai hanya terdiri atas satu bunga dengan kuntum bermahkota putih, ungu, dengan pangkal putih serta merah cerah.
Setelah puas menikmati madu khas Thailand, perjalanan kemudian dilanjutkan ke pusat kota. Pattaya yang berpenduduk sekira 20 ribu jiwa seakan tidak pernah tidur. Tidak salah jika Pattaya dikenal sebagai kota wisata. Objek wisata yang paling populer antara lain Alkasa Show, Tiger Show, dan Russian Show.
Wisata pantai juga tidak kalah menariknya. Wisatawan tidak hanya bisa menikmati pantai dan laut. Di Pantai Pattaya, juga banyak objek lain di antaranya Discovery Gallery yang menampilkan permata berkelas tinggi, berlian, dan lain-lain.
Hiburan lainnya bisa dinikmati di Nong Nooch Village. Di sini, wisatawan bisa menikmati atraksi gajah. Penulis sempat ikut bermain dengan gajah-gajah itu. Salah satunya dengan duduk di belalai gajah lalu diangkat tinggi-tinggi.
Masih banyak lagi tempat wisata lain. Bagi yang ingin wisata sambil berbelanja, Floating Market atau pasar terapung adalah salah satu pilihannya. Thailand memang sangat pintar mengemas pariwisata yang ujung-ujungnya meraup devisa. Bagaimana kita di Indonesia, Sulsel, dan Makassar? (*)
KOMENTAR BERITA "Menikmati Seribu Pesta di Pattaya"
Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).
|