SABTU, 08 JANUARI 2011 | 17:19 WITA | 7582 Hits
Kisah Pilu ABK KM Bunga Lestari (1) "Pak, Kapal Kami dalam Masalah"
DELAPAN anak buah kapal termasuk nakhoda KM Bunga Lestari masih beruntung. Mereka tetap bertahan hidup di laut lepas selama dua hari dua malam.
SAAT seluruh orang menikmati perayaan pergantian tahun baru, delapan orang yang berlayar membawa 250 kubik kayu mencoba menantang ganasnya alam di laut lepas. Tepatnya di Perairan Kepulauan Selayar.
Ombak setinggi dua meter seakan mengamuk. Gelombang tinggi terus menghantam KM Bunga Lestari. Seluruh ABK tetap tenang. Sang nakhoda, Thalib, tetap memegang kemudi kapal. Ketegangan pun terjadi. Rantai kemudi kapal lepas. Kapal berusia 10 tahun ini berputar tak tentu arah.
Kapal terus memutar arah dan mengelilingi perairan tersebut. Di lokasi terakhir, sekira 40 mil terlihat kerlap kerlip lampu mercusuar. Derasnya gelombang membuat seluruh awak kapal panik. Kapal mulai miring ke kanan. Keputusan pun diambil. Sebagian kayu kelas II yang diangkut dibuang.
Salah seorang mengambil alat komunikasi. Komunikasi ke salah satu syahbandar terdekat pun terjalin. Namun, hanya hitungan detik komunikasi tiba-tiba terputus. "Kami hanya sempat mengatakan, "Pak, Kapal kami dalam masalah". Komunikasi langsung terputus," terang, juru mesin KM Bunga Lestari, Muhammad Kardi.
Di sisi lain, sebagian awak kapal terus melepaskan sebagian beban muatan kayu. Tiba-tiba, terdengar suara di bagian kapal. Bagian kapal terbelah dan hancur. Tersisa hanya kamar yang berada di dek. Seluruh awak bertahan pada sisa-sisa kapal tersebut. Ombak seakan tahu awak kapal masih bertahan di sisa-sisa kapal.
Ombak pun terus mengamuk. Mereka seakan marah melihat kru kapal masih bertahan di sisa - sisa kapal, yakni, ruangan kamar. Hanya sekali hempasan gelombang besar ruangan kamar tersebut hancur berkeping-keping. Kru kapal terhempas ke laut. Mereka bertahan dan berpegangan erat di kayu gelondongan.
Kayu-kayu ini merupakan kayu angkutan yang hendak dikirim ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Harga per kubik diperkirakan mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta. Artinya, total kayu-kayu tersebut sekira Rp500 juta hingga Rp750 juta. Dalam sekejap semua itu hilang. (bersambung)
KOMENTAR BERITA "Kisah Pilu ABK KM Bunga Lestari (1)"
Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).
|