RABU, 12 JANUARI 2011 | 01:12 WITA | 2842 Hits
China dan India Katrol Harga Emas 23 Karat Capai Rp430 Ribu Per Gram
PERHIASAN. Harga logam mulia yang bertahan di level Rp400 ribu lebih per gram tak membuat penjualan emas perhiasan surut. Tampak pembeli memilih cincin emas yang cocok di jarinya. (JUMAIN/FAJAR)
MAKASSAR -- Harga logam mulia atau emas kemarin, Selasa, 11 Januari, ditutup dengan kenaikan harga 0,13 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Diprediksi akan kembali meningkat. Di pasar perhiasan Jalan Somba Opu Makassar, harga menembus Rp430 per gram untuk emas kadar 23 karat.
Sebelumnya, harga emas 23 karat sempat turun ke level Rp415 ribu dari Rp460 ribu pada akhir Desember 2010. Namun, harga Rp415 ribu per gram tak bertahan lama. Kemarin, harga emas di perdagangan spot ditutup naik meningkat menjadi Rp430 ribu per gram.
Analis Valbury Asia Futures, Erwin Purnomo, yang dikutif dari situs resminya menyebutkan, faktor pendorong hingga emas berpotensi meningkat adalah permintaan investor China dan India yang meningkat seiring dengan keinginan mereka melakukan lindung nilai terhadap inflasi.
Kemarin, di pasar spot Comex, emas diperdagangkan pada 1.375,90 naik 1,8 poin atau 0,13 persen dibanding perdagangan sehari sebelumnya. Selain itu, kenaikan harga emas dipicu oleh dolar Amerika Serikat (AS) yang kembali terjungkal ke teritori negatif terhadap euro menyusul perhatian investor terhadap utang Portugal.
Erwin memprediksi hari ini, Rabu, 12 Januari, emas akan bergerak di level support dan resistance USD1.350,27-1.355,15 per troy once. "Selama rebound gagal break out USD1.380, ada peluang sell on rally di sekira USD1.379," saran Erwin.
Sementara itu, di pasar perhiasan, Jalan Somba Opu Makassar, harga emas 23 karat berkisar Rp460 ribu atau naik Rp10 ribu per gram. Bertahannya harga emas ini didukung oleh meningkatnya daya beli dan kecenderungan konsumen memilih berinvestasi dalam bentuk logam mulia ketimbang investasi dana.
Harga setiap gramnya mengkuti harga emas dunia yang berlaku saat itu. "Harga emas sering naik turun karena mengikuti harga emas dunia, bisa saja pagi kami sudah menentukan harga tapi kalau tiba-tiba saja harga emas dunia saat itu juga naik maka kami harus ikut menaikkan harga juga," ujar Toni pemilik toko emas Mahkota, kemarin.
Menurutnya, harga emas memang terus bergerak. Kemarin, untuk emas 24 karat kisaran harganya mencapai Rp430 ribu, 23 karat sebesar Rp420 ribu, sedangkan emas 22 karat mencapai Rp322 ribu. Sementara pada pekan lalu, harga emas 23 karat mencapai Rp460 ribu pergramnya.
Dia mengakui harga sempat turun ke level Rp415 ribu hingga Rp420 ribu per gram untuk emas 23 karat. Namun kemarin, harganya naik lagi. "Kenaikan harga emas disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah perekonomian, harga emas dunia dan meningkatnya permintaan. Itu semua lah yang menjadi barometer yang menetukan harga emas, kami hanya mengikuti saja. Namun untuk pekan ini harganya cenderung stabil," beber Rian pemilik toko emas Intan.
Kenaikan harga emas yang tidak menentu tersebut tidak membuat konsumtifitas pelanggan berkurang. Menurutnya, kalaupun harga emas naik pembeli akan tetap mencari emas karena emas adalah salah satu kebutuhan dan sebagai investasi.
Dijelaskan bahwa harga emas yang tidak menentu, tersebut tentunya sangat mempengaruhi tingkat pembelian. Namun pada kenyataannya walau harga emas naik, emas tetap jadi incaran beberapa konsumen, karena emas bisa dijadikan investasi yang menguntungkan karena harganya selalu mengalami peningkatan. (id)
KOMENTAR BERITA "China dan India Katrol Harga Emas"
Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).
|