JUMAT, 14 JANUARI 2011 | 17:06 WITA | 9211 Hits
Share |

feature
Aris, Penderita Gizi Buruk asal Pulau Pajenekang
Orang Tuanya tak Mampu Tebus Obat

BADANNYA sangat lemah. Hanya kulit pembalut tulang.

SUDAH dua pekan Aris, 4 tahun, terbaring lemah di Rumah Sakit Umum (RSUD) Pangkep. Kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih. Kendati sudah ada sedikit perubahan, terutama kemampuan mengonsumsi bubur dan susu.

Balita asal Pulau Pajenekang, Desa Mattiro Deceng, Kecamatan Liukang Tupabbiring ini belum bisa bergerak banyak. Hanya saja, orang kedua orang tuanya kehabisan uang, sehingga tidak bisa menebus resep yang diberikan dokter. Resep tersebut dibebankan petugas kesehatan di bagian administrasi.

Orang tua Aris, Haena, 28 tahun dan Asiz, 29 tahun tergolong keluarga kurang mampu. Penghasilan mereka hanya dari memancing. Asiz seorang nelayan yang hanya mengandalkan sampan sederhana ketika memancing ikan di laut. Istrinya, Haena, hanya seorang ibu rumah tangga. Pengahasilan dari memancing ikan tidak menentu. "Kadang hanya Rp50 ribu dalam tiga hari, Pak," ujar Asiz kepada FAJAR di RSUD Pangkep, Kamis, 13 Januari.

Untuk membawa anaknya ke rumah sakit pun sebetulnya Asiz dan Haena merasa tidak mampu. Makanya, selama tiga bulan anaknya sakit, minggu lalu baru bisa dibawa ke RSUD Pangkep. Itu pun setelah didesak petugas kesehatan di wilayahnya. Bahkan Asiz mengaku uang yang dia pakai untuk ke Pangkajene untuk mengobati anaknya, merupakan bantuan dari seorang petugas kesehatan di kampungnya.

Asiz mengaku hingga saat ini belum ada bantuan dari luar untuk anaknya. Padahal Aris, kata dia, sering meminta dibelikan sesuatu, terutama jika melihat anak-anak seusianya membawa jajanan. "Tidak adami ini uangku kasihan. Dulu waktu pertama kali ke sini diberi uang sama dokter Hasan," imbuhnya sambil menambahkan bahwa dokter yang dimaksud adalah petugas kesehatan di Puskesmas Sarappo.

Aris memang menggunakan surat rujukan dari Puskesmas Sarappo. Itu pun setelah orang tuanya mengurus KTP. Ia lalu mendapatkan layanan kesehatan gratis berupa jaminan kesehatan daerah (jamkesda). Hanya saja, untuk jamkesda, hanya beberapa item yang ditanggung. Selebihnya, harus ditanggung sendiri termasuk beberapa item obat yang harus harus ditebus di apotek. Karena tidak adanya dana, sehingga penebusannya tidak dilakukan Asiz. Ia tidak mampu lagi membeli obat. Tercatat, sudah sembilan hari Aris di RSUD Pangkep sejak masuk awal bulan ini.

"Sebetulnya cepat mau dibawa ke rumah sakit tetapi tidak adami uangku," ujar Asiz menceritakan alasannya telat membawa anaknya ke rumah akit.

Di rumah sakit, lanjutnya, Aris kerap meminta dibelikan sesuatu sementara ia dan istrinya tidak memiliki lagi uang. Aris kini dirawat di ruang Flamboyan Kamar 5, RSUD Pangkep. Salah seorang perawat yang menangani, Satriany Sani, mengungkapkan, awalnya Aris dipasangi alat Naso Gastric Tube (NGT), tetapi sekarang sudah dilepas karena sudah membaik.

"Sudah lumayan karena sudah bisa makan bubur via oral. Pencernaannya sudah mulai agak membaik. Hanya obatnya tidak ditebus karena tidak semua ditanggung jamkesda," ujar perawat berjilbab ini.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep dokter Indriaty Latief mengatakan, Aris sebetulnya bukan masuk dalam gizi buruk murni. Hanya saja karena ia juga pernah tinggal bersama neneknya di Maros, sehingga lolos dari pemantauan petugasnya. Faktor kurusnya Aris, kata dia, disebabkan penyakit yang menyertainya. "Jadi bukan gizi buruk murni tetapi disertai penyakit lain. Karena penyakitnya itulah sehingga kurus," katanya.

Terkait tidak adanya kartu jamkesmas yang dimiliki keluarga Asiz, Indriaty beralasan karena tidak tersentuh saat pendataan. Asiz, kata dia, tidak terdata saat dilakukan pendataan untuk pengurusan jamkesmas.

"Kalau masalah obatnya, itu kewenangan rumah sakit untuk memberi keringanan. Kita di penanganan gizinya. Kita juga imbau kepada masyarakat, khususnya yang menemukan kejadian gizi buruk supaya dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat karena keterbatasan tenaga kami untuk mendatangi semua wilayah," harapnya. (*)

KOMENTAR BERITA "Aris, Penderita Gizi Buruk asal Pulau Pajenekang"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).