SABTU, 15 JANUARI 2011 | 02:04 WITA | 17587 Hits
Trik Menjaga Keharmonisan Pasangan Suami Istri ala Dr Boyke Saatnya Menata Gaya, Gejolak, dan Gairah Bercinta Oleh: Aswad Syam
Boyke Dian Nugraha
MASALAH seks pasangan suami istri (pasutri) kerap menjadi salah satu pemicu ketidakharmonisan dalam keluarga. Fenomena ini akan dikupas tuntas pakar seks, Dr Boyke Dian Nugraha dalam seminar nasional "Gaya, Gejolak, Gairah, dan Godaan Wanita Masa Kini" yang digelar Wish, FAJAR, dan SP FM di Ball Room Makassar Golden Hotel, Minggu, 16 Januari besok.
Boyke menyebut seks sebagai instink. Namun, bukan berarti seks tidak dapat dipelajari atau dilatih dan dikendalikan. Pasangan yang mampu melatih dan mengendalikan gairah seksnya melalui seni bercinta dan penjagaan kondisi fisik dengan baik, akan mampu pula menjaga keharmonisan rumah tangganya.
Ginekolog dan Konsultan Seks, Dr H Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS mengungkapkan, manusia bukan mesin, namun berbagai penelitian mengungkapkan kekuatan seks bersumber pada otak manusia, bukan pada ukuran-ukuran alat kelamin ataupun ukuran fisik lainnya.
Untuk itu, melalui otak ingatan-ingatan seseorang akan disalurkan ke bagian-bagian tubuh lainnya, sehingga hasil yang diperoleh ditentukan oleh ingatan sendiri. Adanya rongrongan dalam ingatan, baik berupa stres fisik (kelelahan) maupun stres psikis (kecemasan) akan mengganggu potensi seks seseorang.
Boyke memaparkan empat langkah untuk sukses dalam menjaga potensi seks. Pertama, penjagaan kesehatan tubuh. Langkah ini melalui makanan, latihan (olahraga) dan istirahat. Ketiga hal tersebut sangat menentukan dalam mendapatkan potensi seks yang prima.
Kedua, mendapatkan gairah seks. Langkah ini mendapatkan keinginan untuk bercinta. Tubuh yang letih, rutinitas dalam seks seringkali membuat seorang pria atau wanita kehilangan nafsu bercinta. Melalui latihan-latihan tertentu, keinginan untuk bercinta tetap terpelihara dengan baik.
Langkah selanjutnya, kata Boyke adalah sugesti diri dan fantasi seks. Penggunaan imajinasi dalam bercinta, kata mantan kepala Puskesmas di Masamba Luwu Utara ini, merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga potensi seks.
"Ingat, fantasi bermula di otak, oleh karena itu fantasi seks merupakan kekuatan yang tidak pernah hilang selama seseorang manusia mampu berfantasi. Bagi para pria, melalui proses sugesti, ereksi dapat diperintah sehingga hubungan seks dapat berlangsung lebih lama dan lebih memuaskan pasangan," jelasnya.
Langkah terakhir adalah menambah teknik dan variasi dalam berhubungan seks. Pengenalan daerah erotis, pandangan, pendengaran, sentuhan, ciuman dan rayuan dapat lebih memuaskan pasangan.
Potensi seks yang prima, beber Boyke, berawal dari kesehatan tubuh yang prima pula. Hanya dari tubuh yang sehat muncul seks yang sehat. Dan tubuh yang sehat amat bergantung pada kesehatan fisik, mental dan sosial.
"Cobalah Anda berdiri di depan cermin dan menilai, apakah Anda sehat? Mulailah penilaian itu dilakukan dari ujung rambut sampai ujung kaki," ujarnya.
Banyak orang, kata Boyke, tidak peduli terhadap bentuk fisik, sehingga mereka tak pernah berpikir lagi untuk memakan makanan yang mereka sendiri suka. Akibatnya, tubuh menjadi gemuk, kolestrol tinggi, terkena penyakit darah tinggi atau gula, lalu kehidupan seks menjadi hambar akibat rongrongan penyakit.
"Makanya, harus diperhatikan bahwa makanan merupakan hal yang penting dalam menjaga potensi seks. Dari segi fisik dan pembawaan diri, yang periang dan senang bergaul merupakan upaya menjaga potensi seks dari sisi mental dan sosial," ucapnya.
Penelitian, lanjut dia, mengungkapkan bahwa para pria dan wanita yang cukup makan makanan bergizi, berjiwa periang dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya, secara umum mampu menjaga potensi seksnya sampai usia lanjut. Sebaliknya orang yang selalu tegang jiwanya, kemampuan seksnya pun menurun, bahkan menghentikan kegiatan seksnya saat mereka mencapai usia lanjut.
"Untuk itu, agar potensi seks tetap prima, kenalilah tubuh Anda. Kenalilah makanan Anda," paparnya. (*)
Tubuh terdiri atas otot, persyarafan dan sistem peredaran darah. Otot-otot itu berhubungan dan terkoordinasi satu dan yang lain melalui sistem persyarafan yang rumit. Otot-otot tersebut saat dibutuhkan bekerja dengan sempurna dan istirahat di kala kita tidur.
Saat gairah seks bangkit, sistem persyarafan bekerja kembali, sehingga tugas dari sistem persyarafan menjadi semakin berat lagi karena harus menanggung beban pekerjaan sehari-hari yang umumnya penuh dengan berbagai masalah kehidupan. Oleh karena itu otak dan sistem persyarafan butuh ketenangan dan penyegaran. Di samping tidur yang cukup, rekreasi, serta relaksasi otot-otot akan sangat membantu menyegarkan pikiran.
Untuk menjaga agar sistem otot, persyarafan dan peredaran darah tidak bekerja berlipat ganda, Boyke menyarankan untuk menghindari hubungan seks pada saat sesudah makan kenyang, sesudah merokok atau minum minuman keras. "Jangan lupa mandi sebelum dan sesudah persetubuhan agar membawa kesegaran tersendiri bagi Anda," tuturnya.
Boyke menyebut dua penyebab utama hilangnya gairah seks, yaitu keletihan dan kecemasan. Menurutnya, bagaimana pun juga seseorang tidak dapat melakukan hubungan seks jika keadaan tubuh dan pikiran sedang terganggu.
Jika keletihan dan kecemasan tidak segera diperbaiki, maka makin lama potensi seks seseorang akan menurun bahkan hilang. Hal ini disebabkan sistem persyarafan dan otot-otot yang dipergunakan untuk hubungan seks menjadi mengendur.
Untuk mengatasi hal ini diperlukan berbagai latihan dan istirahat.
Untuk itu, Boyke mengungkapkan latihan dasar meningkatkan potensi seks. Antara lain, bangun tidur (push up) dapat menambah kekuatan otot bahu dan dada sehingga dapat menjaga keseimbangan tubuh saat melakukan hubungan seks.
Berikutnya, melatih otot paha yang berhubungan otot alat kelamin. "Caranya, duduk lalu gulirkan bola pada masing-masing paha. Lakukanlah teratur diselingi napas yang dalam," urai Boyke.
Selanjutnya, latihan pinggang dan pinggul. Pengendalian pinggul sangat penting, terutama bagi pria dengan posisi di atas dan juga dapat membantu orgasme bagi wanita.
"Caranya, Anda telentang di lantai, peganglah permukaan pinggul lalu angkatlah kaki depan ke atas sampai hampir lurus, lakukanlah dengan teratur," ujarnya.
Boyke juga memaparkan latihan mempertahankan potensi seks dengan memperpanjang kemampuan orgasme. Menurutnya, orgasme mempunyai kemiripan seperti mengeluarkan air seni, sehingga dapat dilatih.
Seperti halnya pengeluaran air seni yang dapat ditahan, maka orgasmepun dapat ditahan (diperpanjang). Caranya, saat penis berada dalam vagina, gerakan persetubuhan dapat diperlambat, dan penis jangan terlalu masuk ke dalam vagina. Dengan latihan seperti tadi, otot-otot menjadi terbiasa dan dikendalikan oleh konsentrasi otak.
"Gerakan pinggul untuk orgasme, angkatlah pinggul Anda, gerakkan ke kiri dan ke kanan secukupnya. Hal ini dilakukan saat penis berada dalam vagina, sehingga penis dapat merangsang klitoris yang membawa wanita mencapai orgasme," bebernya.
Istirahat, lanjut Boyke, juga harus teratur. Menggunakan otot-otot yang sering berhubungan dengan alat kelamin, janganlah terlalu sering. Oleh karena itu hubungan seks sebaiknya dilakukan dengan teratur dan terjadwal.
Berdasarkan penelitian, seorang pria mengeluarkan 200 juta lebih sperma saat ejakulasi, sementara produksi sperma per hari adalah 75 juta. Makanya, hubungan seks tiga hari sekali merupakan kebiasaan yang baik. Dengan 1-2 kali seminggu, diharapkan otot-otot alat kelamin cukup beristirahat dan kantung spermapun telah penuh, secara alami membutuhkan pengeluaran.
Di samping itu, tidur yang cukup serta rekreasi mempunyai peranan yang penting dalam menjaga potensi seks. Rekreasi meliputi pula proses relaksasi otot-otot, di mana sebelum tidur cobalah kosongkan pikiran dan biarkan otot-otot berelaksasi. Lakukan hal ini dengan teratur, niscaya hasilnya akan menakjubkan.
Setelah tubuh mencapai relaksasi dan irama napas menjadi teratur, Boyke menyarankan melakukanlah sugesti diri. "Yakinkanlah diri Anda bahwa Anda sanggup melakukan hubungan seks yang memuaskan. Lakukanlah penarikan napas secara dalam sambil berbicara pada diri sendiri, misalnya 'saya mempunyai segala sesuatu untuk memuaskan pria (wanita)', atau 'setiap pengalaman seks akan lebih baik dari pada yang terakhir', atau 'saya dapat menjaga ereksi selama persetubuhan’. Selanjutnya imajinasi Anda diperlukan agar potensi seks tetap terjaga," bebernya panjang lebar.
Albert Einstein mengungkapkan bahwa imajinasi lebih kuat dari pada ilmu pengetahuan. Hal inipun dapat diterapkan saat anda melakukan hubungan seks, sehingga kepuasan seks sangat tergantung kepada kepandaian anda berimajinasi. Imajinasikanlah situasi seks yang dapat anda kontrol sebaik mungkin.
Pandanglah segala sesuatu sampai hal yang detail, lalu lihatlah pasangan anda: wajahnya, tubuhnya lalu pandanglah diri anda sendiri dengan jelas, raut muka anda. Ulangi tindakan tadi. Pandanglah sekali lagi raut muka pasangan anda lalu raut muka anda sendiri. Ciptakanlah hubungan seks itu dengan perlahan-lahan. Latihan ini harus dilakukan berkali-kali sampai menghasilkan hubungan seks yang memuaskan bagi kedua belah pihak.
Untuk menambah gairah dalam berhubungan seks dan menghindarkan kejenuhan, lanjut Boyke, diperlukan berbagai posisi dan variasi dalam berhubungan seks. Adapun posisi yang lazim dilakukan pasangan suami isteri adalah, (1) Posisi Wanita berbaring terlentang, pria di atas, (2) Posisi Pria berbaring terlentang dan wanita di atas, (3) Posisi Wanita dalam posisi lutut siku, pria dari belakang, (4) Posisi Berdiri, (5) Posisi Menyamping, (6) Posisi Duduk,
"Keenam posisi dasar ini bisa dikembangkan menjadi berbagai posisi lagi, misalnya pada posisi pertama kaki si wanita bisa diangkat, pinggul wanita bisa diganjal bantal, dsb, sehingga diperoleh posisi yang sama-sama menyenangkan kedua pasangan," ungkapnya. Adapun variasi seks yang masih dianggap normal adalah, (1) Manipulasi klitoris dengan jari, (2) Manipulasi urogenital, (3) Permainan mulut dengan alat kelamin yang dikenal dengan felasio dan kunilingus yang jika serentak dilakukan diperoleh posisi 69. (3) Masturbasi
Pemuasan diri sendiri tanpa koitus. "Biasanya dilakukan dengan tangan atau alat lainnya. Biasanya dilakukan oleh muda-mudi atau oleh orang dewasa dalam keadaan tertentu (jauh dari isteri, melepas ketegangan, dll," tutupnya. (*)
KOMENTAR BERITA "Saatnya Menata Gaya, Gejolak, dan Gairah Bercinta"
Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).
|