MINGGU, 16 JANUARI 2011 | 08:19 WITA | 3056 Hits
Impor Beras Tak Boleh Gunakan Dana Cadangan
HARGA BERAS. Salah satu kios penjualan beras di salah satu pasar tradisional. Dengan alasan untuk cadangan, pemerintah mengimpor beras dari negara tetangga.
JAKARTA - Dana cadangan Rp3 triliun untuk pengamanan pangan di 2011, sebanyak Rp1 triliun untuk mengamankan pasokan pangan. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melarang dana tersebut digunakan untuk impor beras.
Anggota Komisi IV DPR Rofi Munawar, Sabtu 15 Januari mengatakan, tahun lalu pemerintah sudah melakukan impor beras sebanyak 830 ribu ton dari Thailand. Di tahun ini tegas dia, harus ada perubahan. Menurutnya, harus ada perubahan kebijakan yang fundamental di tahun ini. Dana cadangan Rp1 triliun tidak boleh digunakan untuk impor beras lagi, melainkan untuk menutup kekurangan serta perbedaan harga yang tidak bisa diatasi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) saat membeli beras dan gabah pada petani saat panen.
"Lebih baik membayar lebih mahal tetapi dana tersebut tersalurkan kepada petani domestik daripada melakukan impor walaupun dengan harga beli yang murah tetapi berisiko memandulkan kedaulatan pangan di tanah air," jelasnya.
Dana kontigensi lainnya yang Rp2 triliun sebut Rofi, rencananya dibagi Rp1 triliun untuk stabilisasi harga dan sisanya Rp1 triliun untuk ketahanan pangan. Rofi mengharapkan dana tersebut dimanfaatkan secara maksimal. Dana stabilisasi harga kata dia, harus mampu mengamankan jalur distribusi dari hulu sampai hilir pada produk-produk pangan. "Ini penting sehingga kasus mahalnya harga cabai tidak terulang lagi. Meroketnya harga cabai harus dilihat bukan hanya sekedar anjloknya produksi cabai tetapi lebih kepada mekanisme distribusi yang buruk," jelasnya.
Sedangkan dana kontigensi Rp1 triliun untuk ketahanan pangan selain menekankan kepada pemberian bibit dan pupuk gratis untuk menstimulus produksi pangan, dana ini juga harus meliputi penyediaan asuransi terhadap kemungkinan terjadinya gagal panen pada sawah-sawah para petani. "Asuransi pertanian penting untuk mempercepat recovery produksi pangan, apalagi ancaman anomali iklim diprediksi memiliki potensi yang besar mengancam tidak hanya produksi beras namun produksi pangan secara keseluruhan di 2011 ini," ketus Rofi. (bs)
KOMENTAR BERITA "Impor Beras Tak Boleh Gunakan Dana Cadangan"
Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).
|