KAMIS, 10 JUNI 2010 | 05:04 WITA | 11976 Hits
Share |

Yang Tersisa dari Meninggalnya Andi Meriem Mattalatta
Isyarat Maut dari Panggilan Terakhir

PENERIMAAN JENAZAH. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama ratusan kerabat almarhumah Andi Meriem Mattalatta pada prosesi penerimaan jenazah di ruang VIP Bandara lama Sultan Hasanuddin, Rabu 9 Juni. (FOTO IRFAN/FAJAR)
Setelah disemayamkan lima hari, jenazah Andi Meriem Mattalatta akhirnya dikebumikan Rabu 9 Juni. Banyak kisah yang mengiringi kepergian penyanyi berjuluk Mutiara dari Selatan itu.

TANDA-tanda maut untuk penyanyi kawakan itu sempat dirasakan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Rabu 2 Juni lalu, Andi Meriem Mattalatta dan Ilham sama-sama berada di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta.

Saat itu, Meriem bersiap-siap ke Belanda. Sementara Ilham menunggu penerbangan ke Makassar. Pesawat yang akan ditumpangi Ilham ke Makassar mengalami delay atau penundaan beberapa saat.

Ilham hampir saja tidak sempat menangkap isyarat maut itu seandainya pesawatnya berangkat tepat waktu. Meski mendapat isyarat, kala itu Ilham belum punya firasat jika penyanyi kawakan itu bakal berpulang lebih cepat.

Saat itu, Andi Meriem Mattalatta akan menumpangi pesawat terakhir Garuda Indonesia ke Belanda. Sudah beberapa kali announcer memanggil penumpang tujuan Belanda agar segera naik ke pesawat karena sesaat lagi akan take off.

"Panggilan terakhir kepada Andi Meriem Mattalatta dipersilakan segera naik pesawat Garuda...," begitu suara announcer yang sempat ditangkap Ilham saat itu.

Melalui suara panggilan itu, Ilham mengetahui bahwa ternyata di bandara ada Andi Meriem Mattalatta. Dia juga jadi tahu bahwa Andi Meriem ternyata akan berangkat ke Belanda. Tetapi, tidak ada firasat bahwa itu panggilan maut untuk Meriem.

"Seandainya dia telat, mungkin dia meninggal di Indonesia," kenang Ilham saat menjemput jenazah Meriem di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, kemarin.

Kemarin, jenazah artis top Indonesia era 80-an yang bernama lengkap Hj Siti Andi Meriem Nurul Kusuma Wardhani Mattalatta Daeng Kanang Petta Baji, itu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pukul 09.44 Wita.

Jenazah dan rombongan menumpang pesawat Garuda dengan nomor penerbangan 625. Jenazah diberangkatkan dari Bandara Cengkareng, Jakarta. Puluhan kerabat dan sejumlah tokoh menjemput jenazah Meriem di bandara. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo hadir menjemput jenazah.

Hadir pula Ketua DPRD Sulsel HM Roem, mantan gubernur HM Amin Syam beserta istri. Ada juga Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim, General Manager (GM) Bank Panin Makassar Andi Tenri Gappa, Andi Darussalam Tabusalla, dan Rektor UIM Dr Majdah Agus Arifin Nuímang.

Mayat Mer --sapaan Andi Meriem-- diangkut dalam sebuah peti berwarna putih. Ikut dalam rombongan dari Jakarta antara lain Hj Siti Andi Radlia, saudara kandung Meriem. Sementara Andi Ilhamsyah Mattalatta menjemput di bandara.

Jenazah Mer disambut tangis kerabat dan tokoh yang hadir. Mata penjemput tampak berkaca-kaca dan memerah. Mata Syahrul pun sempat berkaca-kaca. Dia mengaku ikut sedih dengan kepergian Mer.

Penjemputan jenazah melibatkan aparat TNI di bawah komando Letkol Inf Syaiful Anwar. Adapula pengawalan dari Pom Dam, kepolisian, dan beberapa personel dari Forum Komunikasi Putera Puteri Purnawirawan TNI Indonesia (FKPPI).

Syahrul Yasin Limpo mengatakan sosok Mer adalah figur yang baik hati. Sangat peduli pada keluarga dan teman-teman di sekitarnya. Mer juga memegang teguh adat kebugisannya.

"Mer mampu menjadi magnet bagi siapa pun di mana saja dia berada. Dia adalah entertainer yang profesional. Saya berkata demikian, karena memang dia sangat saya kenal sejak masih di bangku SMA. Kami sama-sama di SMA Katholik Cenderawasih," ungkap Syahrul.

Usai proses penerimaan, jenazah Mer langsung diantar menuju pemakaman keluarga di pemakaman Raja-Raja di Barru. Tepatnya di Tanah Maridie Desa Kajuara Kecamatan Barru. Sebelumnya, jenazah disalatkan di Masjid Raya Barru.

Istri Bambang Irawan Hertasning tersebut adalah anak keempat dari enam bersaudara. Mer adalah saudara dari Andi Hermien Jauhamanikam Mattalatta, Ilhamsyah Mattalatta, Andi Radlia, Andi Faridha Kumaladewi, dan Andi Sorayantina.

Pujian terhadap sosok Meriem juga datang dari mantan gubernur Amin Syam. Dia mengatakan Mer berbeda dengan artis-artis lain. Mer, katanya, sosok santun dan rendah hati.
"Hatinya baik, santun, cerdas. Dia memiliki hubungan yang baik sama siapa saja. Dan, parasnya cantik," tutur Amin lembut.

Meninggalnya Meriem punya hikmah tersendiri bagi sejumlah orang. Khususnya bagi Syahrul Yasin Limpo dan Amin Syam. Dua tokoh yang kerap disebut terlibat konflik terselubung ini, kembali bertemu kemarin.

"Saya kira ini hikmah di balik meninggalnya Ibu Mer. Beliau sudah lama tidak bertemu, kata Abdul Kadir Buloto, orang kepercayaan Andi Mattalatta, ayah Andi Meriem.
Penjemputan jenazah Mer kemarin juga sempat diwarnai peristiwa lucu. Lagi-lagi melibatkan Amin Syam. Saat rombongan jenazah sudah meninggalkan bandara dan Amin hendak pulang.

"Mana Ibu?" tanya Amin kepada sopirnya. "Dia ikut ke Barru Pak," kata si sopir. "Hah?" kata Amin dengan nada heran. Rupanya Apiaty tidak sempat pamit karena rombongan buru-buru berangkat.

Disambut Hujan

Dari Barru wartawan Fajar, Rusman Nasar dilaporkan, prosesi penguburan Andi Meriem dipadati ribuan warga. Akibat banyaknya pelayat, para pengusung peti jenazah sempat kerepotan mendekati liang lahat yang telah disiapkan.

Para pelayat memang terlihat berdesak-desakan ingin melihat dari dekat prosesi pemakaman almarhumah yang ditempatkan sejajar makam kedua orang tuanya. Pantauan Fajar, semua ingin melihat saat terakhir penyanyi bersuara merdu itu.

Saat prosesi pemakaman, hujan deras mengguyur. Para pelayat pun "menyerbu" tenda-tenda yang ada. Namun karena banyaknya pelayat, tenda yang ada tidak mencukupi. Akibatnya, sebagian besar pelayat harus rela berbasah-basah.

Sebelum dimakamkan, seperti direncanakan sebelumnya, jenazah Andi Meriem terlebih dahulu disalatkan di Masjid Agung Kota Barru. Setelah itu jenazah disemayangkan lagi di rumah orang tuanya yang berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi pemakaman.

Sekitar pukul 13.22 Wita pemakaman dimulai di Pemakaman Raja-Raja Barru Tanah Maridie, Ponre. Tampak hadir A Hery Iskandar, Bupati Barru HA Muhammad Rum serta kerabat dekat almarhumah. (rus)

KOMENTAR BERITA "Isyarat Maut dari Panggilan Terakhir"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).